Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Jangan buru menyimpulkan, siapa tau benar?

“Ly, tau ga? Aku sudah malas engan hidup ini. Orang lain mungkin tak mengharap kehadiranku. Ada dan tiada diriku mungkin ga ada bedanya.” “Iyakah?’ tanya balik dari seorang bernama Lily tersebut. “tau ga? Kamu adalah satu-satunya orang yang aku harapkan baca instastory ku” Terdiam, berhenti sejenak, hingga Lily sudah jauh di depan. Dia tak menyangka bahwa ada manusia yang masih mengharapkan dia, dan seseorang itu adalah Lily, yang dulu ia kira adalah one-side love. Tapi setelah mendengar jawaban tadi, ia berpikir ‘apakah cintanya masih satu arah’. Lily adalah temannya saat masih kecil, dan sekarang mereka sudah memasuki semester 5. mereka terpisah saat mereka memasuki masa SMA. Lily bersekolah di SMAN 2 Bandung dan Gandha bersekolah di SMAN 8 Bandung. Kedua sekolah itu memang favorit, hanya saja, ekstrakulikulernya yang membedakan. Lly ingin mendalami bahasa Jermannya, sedangkan Gandha ingin bisa berdebat bahasa Inggris. “Gandhaaaaaa”, teriakan Lily menyadarkan lamunan Gandha”n...

Untuk apa hujan?

Sore ini lngit begitu enggan untuk menampakkan senyum keceriaannya. Ia mendung seperti wajahku saat ini. Ia enggan tersenyum, sama seperti sekarang ini. Sore ini aku meluncur dari Fakultas Biologi tercinta --bukan tersayang, sayangnya—menuju LPPT Unit 4, tempat penelitianku. Setelah sampai LPPT, hujan yang sudah ditakdirkan menemaniku pun turun. Mereka berlomba-lomba untuk jatuh ke tanah. Aku sedikit heran, kenapa mereka mau menjatuhkan dirinya ke tanah? Kenapa mereka tidak selalu diatas aja? Memandangi manusia yang sibuk dunia dari atas? Atau mereka rindu pada manusia? Tapi, untuk apa mereka mengharapkan pertemuan pada makhuk yang sombong ini? Ahh mereka, membuatku yakin. Yakin Allah sangat baik pada manusia, walaupun manusianya sering berbuat salah. Rasa-rasanya aku ingin seperti mereka, terjun bebas, tak takut sakit, bermanfaat bagi orang lain, tanpa mereka tersiksa. Sleman, 10 November 2018
Perahu itu hampir tiba Dermaga ramai siang itu Menyambut perahu singgah Membawa segudang rempah Kini terganti sudah Nahkoda yang siap menjelajah Perahu itu kini berlayar Turut anak kecil Merengek keluar Ingin menyelami samudera bawah ‘Jangan’ kata nahkoda itu Tunggu sampai kita ditengah 0:13 Sleman, 25 April 2019