Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

Melelahkan Banget atau Melelahkan Aja (?)

Hari ini (Minggu, 28 Juni 2015) menurutku sangat-sangat melelahkan. Dimulai dari bangun tidur untuk menyantap sahur, sekitar jam 04.00. Ibuku sebenarnya sudah mbangunin aku sebelum itu, tapi gara-gara aku ngnatuk banget plus magernya nggak ketulungan jadinya aku bangun sekitar jam 04.00. Aku langsung makan dengan lahap dan minum air putih dengan buru-buru soalnya waktu imsakiyah sudah dekat. Setelah makan dan minum, aku segera gosok gigi dan melanjutkan tidur, hehe. Waktu tidur paling enak tu ya jam segini, sekitar jam adzan subuh. Aku bangun sekitar jam lima. Bangun, wudhu, sholat, tidur lagi, wkwk. Terus bangun lagi jam 08.00 dibangunin ibu karena ibuku juga sudah tahu kalau hari ini aku ada acara jam 10.00. Waaa, untung ibuku bangunin aku, kalau enggak mungkin adzan dzuhur baru bangun. Makasih ibu.                 Sekitar jam 08.20 aku baru selesai mandi. Terus nyipain baju yang mau dipakai ke acara di Jogl...

Dalam Diam (6)

Kini aku sudah genap satu tahun lulus dari SMA, jenjang sekolah yang memberiku cerita-cerita manis hingga cerita pahit. Aku duduk di gazebo tengah universitasku. Bernostalgia dengan pikiranku saat aku SMA dulu. Mengingat sebegitu kuatnya hatiku menyimpan rasa itu dalam diam. Tiba-tiba ponsel ku bergetar pendek, tanda sms masuk. Aku membuka handphoneku. Kulihat layar utama pada handphoneku, sms dari Karel. ‘Kutunggu di taman tengah’ begitu isi dari sms Karel. Aku segera membereskan buku-buku ku. Beranjak dari gazebo menuju taman tengah universitasku. Aku dan Karel kini satu fakultas. Dia kakak tingkatku, dan aku adalah adek tingkat. Kami selisih dua semester.  Hubungan kami pun menjadi dekat, tidak seperti dua tahun yang lalu. Dua tahun yang lalu, saat aku masih malu-malu dengan perasaan ini. Dua tahun yang lalu saat Karel masih bersama dengan Mbak Nabila. Saat aku masih memendam rasa ini dalam diam. Kulihat dari jauh, seorang laki-laki seperti sedang menunggu di kursi taman....

Dalam Diam (5)

Aku duduk di halte menunggu bus Trans Jogja yang akan mengangkutku menuju halte dekat rumahku. Sore ini mendung hitam menyelimuti kota ku. Aku tak bisa lama-lama berada di sekolah, sebelum hujan turun, aku sudah harus berada di rumah atau setidaknya perjalanan pulang. Sambil menunggu bus 2A sampai, aku memutar lagu kesukaanku. Memutar lagu Dear Diary milik grup band Mocca membuat suasana hati menjadi sedikit tenang. Namun masih saja gelisah karena hujan segera turun. Aku tak menyukai hujan. Dulu aku sangat menyukai hujan, karena bisa bermain air saat hujan. Tapi sejak dua tahun lalu, aku membenci hujan. Ah sudahlah, aku tak ingin mengingat peritiwa dua tahun yang lalu. Aku melihat sekeliling halte. Kendaraan berlalu lalang dihadapanku. Tak ada yang ku kenali. Ku amati jalanan dari arah gerbang sekolah. Aku melihat motor bebek warna hitam. Sepertinya aku mengenali motor itu. Karel! Ya itu motor Karel. Kulihat dari jauh Karel memboncengkan cewek berkedurung panjang. Mbak Nabila. Tak...

Bingung

Bingung ingin terus mendesakku Ke dalam kegelapan Bingung terus merayu Untuk mengikutinya Menginginkanku untuk meneruskan jejaknya Bingung kini ada di depan Jauh di sana, meninggalkanku Aku tersadar, aku bangun Dari kebingunagn dan kebimbangan Kegalauan yang merasuk dalam jiwa Aku menemukan pintu akhirnya Pintu jalan keluar! Dari kebigungan yang merasuk dalam jiwa

Dalam Diam (4)

Tak sadar air mineral yang aku bawa jatuh vertikal ke lantai. Wadahnya pecah dan isinya pun  menyebar kemana-mana. Duh malu. Malu banget. Malu diliat Karel. Walaupun basahnya itu nggak seberapa tapi malunya itu,lebih dari basahnya. Ceroboh banget sih aku. Cuma gitu aja sampai tumpah airnya. “Ihh Farah. Basah kan rokku.” Nana protes akan roknya yang basah gegara air mineral yang malang. “Hehe. Maaf ya Na, nanti kering sendiri kok.” Aku masih ngecek rokku yang kena air mineral. Nana juga sibuk dengan roknya. Tiba-tiba Karel berjalan ke arah kami, dengan tanggap segera memungut bangkai air minum yang isinya udah ga karuan. Membuangnya ke tempat sampah kantin. Dan berlalu pergi meninggalkan kami. Aku yang masih terbengong belum percaya kalau dia Karel setanggap itu. Aku yang harusnya yang membuang sampah itu malah asik dengan rokku. Setelah dirasa cukup, kami pun pergi meninggalkan kantin menuju ruang kelas. “Kamu kok bisa gitu e Far? Kamu ada hubungannya sama Kak Farel? Nan...

Dalam Diam (3)

Pagi ini kuawali pagi dengan bangun pagi-pagi tak seperti biasanya. Pukul 04.00 tepat handphoneku menyalak, membunyikan alarm yang sudah sejak tadi malam aku setel. Kuambil air wudhu di kamar mandi. Air wudhu yang dingin seperti air es membasuh wajahku, membangunkanku yang masih setengah sadar. Setelah wudhu, aku segera menuju mushola. Ku gelar sajadah warna ungu kesukaanku. Kudirikan sholat dua rakaat. Bersujud kepada Yang Maha Kuasa. Bercerita tentang cita-cita keinginan, menangis di atas sajadah. Setelah sholat Tahajud dan melanjutkan shoat subuh, aku beranjak menuju kamar. Belajar materi untuk nanti dan mengulangi materi kemarin. Uhh, teringat kembali sepasang bola mata yang bertemu dengan sepasang bola mata. Mata yang teduh kemarin belum bisa hilang dari ingatanku. Menyejukkan. Mengingatnya, membuatku tak fokus pada materi yang aku baca. Semakin ingin menghilangkan bayangannya dari pikiranku, semakin ingatan itu kuat. Akhirnya pagi ini tidak konsen belajar materi buat nanti. ...

Dalam Diam (2)

Dua fakta yang aku dapatkan saat ini. Pertama, nama kakak kelas cowok yang aku suka selama setahun ini namanya ada kata ‘Rel’ nya. Fakta kedua yaitu, Mbak Nabila deket dengan Karel. Karel adalah sebutan untuk kakak kelas cowok itu. Karena nggak tau nama lengkapnya jadi aku panggil kakak kelas itu ‘Rel’. Dan karena itu kakak kelasku, wajib di tambahin ‘Kak’. Jadi aku kasih nama Karel, gabungan antara Kak dan Rel. Mbak Nabila yang menurutku kakak kelas paling dekat dengan aku karena kami satu organisasi dan aku yakin dia paham betul batas pergaulan antara laki-laki dan perempuan karena dia adalah pengurus remas di sekolah kami lagi berduaan di pojok perpustakaan sekolah dengan laki-laki yang bukan muhrimnya. Apa jangan jangan... Farah, stop negatif thinking! Bisa aja kan mereka diskusi tentang agama, ataupun pelajaran ataupun yang lainnya. Terserah mereka dong. Pikiranku beradu pendapat. Pikiranku mulai berprasangka buruk pada kedua kakak kelasku. Aku terus mengamati mereka yang s...

Dalam Diam (1)

“Mau sih mau.” “Apa tapinya?” “Tau aja kalau ada tapinya." Hening. Hanya suara jarum jam yang bergerak melakukan rutinitasnya. "Tapinyaaa.. kamu juga harus mau jadi kakakku.” *** Siang menjelang sore. Sehabis pulang sekolah, menuju perpustakaan sekolah untuk sekedar refreshing sekaligus belajar buat besok. Setelah menitipkan tas di penitipan tas, seperti biasa aku memilih tempat duduk pojok yang sepi dari pengunjung. Uhh, ternyata sudah ada penghuninya. Kakak kelas yang selama setahun terakhir ini aku suka sudah dengan enjoynya duduk di kursi kesayanganku bersama buku yang dia pegang sambil terantuk-antuk. Manis, putih keren walaupun banyak yang bilang pendek. Selama setahun ini juga aku belum tahu namanya, maklum karena kita tidak seangkatan dan menurutku nama itu tidaklah penting. Karena mencintai dalam diam akan lebih indah daripada cinta yang terpublikasi. Akhirnya aku pun duduk di seberang kursi kesayanganku. Aku dengan kakak kelas cowok itu terpisah poj...

Senyum

Senyum. Sebuah kata indah yang sangat mudah diucapkan tapi sangat sulit di lakukan apalagi kalau suasana hati lagi ga enak. Senyum itu banyak banget manfaatnya. Menurut aku sendiri, senyum itu bisa bikin awet muda. Kalau kita pikir secara logis aja, kalau cemberut pasti kan muka kita jadi jelek, nah beda kalau kita senyum, muka kita jadi tambah cantik ataupun ganteng. Senyum itu bikin orang yang lagi ngobrol sama kita menjadi lebih nyaman. Kenapa nyaman? Ya karena dnegan senyum kita terlihat sebagai orang yang ramah. Misalnya nih, ada orang yang tanya rumah atau jalan, kalau kita cemberut orang yng tanya itu ngira kalau kita galak dan sebagainya. Ya walaupun kita tidak boleh berprasangka ke orang lain sih, apalagi yang buruk-buruk. Dengan senyum, orang yang melihat ke arah kita akan ikut senyum juga, karena senyum itu mempunyai energi positif. Hmm apalagi ya? Oiya snyum itu bisa buat kamu jadi semangat. Coba deh pas kamu lagi capek-capeknya, lagi ga semangat, ngerasa udah putus as...

Bernard Batubara

Beberapa minggu yang lalu, aku sama temenku ngerjain tugas di Perpustakaan Kota Yogyakarta. Naaah pas kita lagi asik-asiknya ngerjain tugas, temenku tanya ke aku "Eh itu bernard Batubara bukan sih?" karena aku nggak tau siapa itu Bernard Batubara, aku bilang enggak tau. Ternyata Bernard Batubara itu penulis novel Radio Galau FM. Oalaaa, baru tahu. setelah kita yakin banget kalau itu Bernard Batubara, kita membulatkan niat untuk wawacara seklaian mau ngerjain tugas wawancara. Wawancara lho ra. Bilang aja modus,wkw. Setelah sampai di deket meja nya, kita permisi dan langsung memperkenalkan diri, terus mulai wawancara. Sempat muka Kak Bara bingung terus teanya "Kenapa harus saya?" dan langsung merapikan headset yang ia pakai sebelum kita datang ke mejanya. Setelah selesai wawancara, Kak Bara juga buru-buru pergi, mungkin karena takut ketahuan yang lain,wkwk. Ini nih hasil wawancara ku bersama temenku dengan Kak Bara. Cekidot. Sayangnya ini ga bisa upload foto sama Kak...

Surau Kecil Itu

Kawan, kau tahu surau kecil itu? Surau kecil, tak ada jamaahnya Jamaah cicak dan tokek sajalah singgah disana Terbengkalai, terlupakan Mati tidak, hidup pun tak sanggup Tapi kawan, lihatlah sekarang Surau itu hidup! Hidup! Dua shaf laki-laki Dua shaf perempuan Tak penuh Ramadhan, ramai pun datang

Dua Satu Hari

Minggu, 14 Juni 2015. Tepat hari ke dua puluh satu Pitik Angrem. Hmm apa sih Pitik Angrem itu?? Ayam betina yang mengerami anaknya kah? Tepat dua puluh satu hari yang lalu aku diberi beberapa tugas oleh kakak-kakak Rubrik Kaca Kedualatan Rakyat berupa yang pertama adalah membuat lima profil orang yang tidak dikenal, profil anak panti, dan Pitik Angrem. Jadiiii Pitik Angrem itu kita wajib kudu harus setor tulisan satu hari satu tulisan kalau ga nulis dapet hukuman, yaitu hari berikutnya harus menyetor tiga tulisan, tulisan hari kemarin, hukuman hari kemarin dan tulisan hari ini. Banyak banget pelajaran yang bisa aku ambil dari Pitik Angrem ini.Tanggung jawab akan tugas, deadline, manajemen waktu, menagasah kemampuan menulis, dan masih banyak lagi. Masih sangat ingat, dua satu hari yang lalu aku belum mempunyai blog. Aku bingung gimana buatnya. Sampai hari Senin yang seharusnya aku sudah aktif ngeblog, aku belum punya blog. Baru hari Selasanya aku mulai buat blog, dan pada hari ...

Pelabuhan Itu Pasti Kawan

Kawan lihatlah Tengok kanan kirimu Lihat kedepan Apakah kau melihat pelabuhan? Engkau tak melihatnya bukan? Kawan Perjalanan kita masih panjang Buang air dalam perahu Tambah kekuatan mendayung Janganlah berhenti ditengah lautan ini Jelajahi dunia Kawan Ku yakin disana ada pelabuhan Dan itu pasti, sangat pasti Disana Sampai kau mendapatkannya

Rumah yang Tak Dirindukan

Mbak kapan pulang? Kapan ke rumah? Sebegitu cepatkah engkau lupa? Dua lima tahun engkau bersama Suka bahagia sedih senang kita lalui bersama Berjuang bersama kami Tapi mengapa engkau tidak pulang ke rumah ini? Apakah engkau lupa dnegan rumah ini? Apakah engkau lupa jalan pulang? Apakah engkau sudah nyaman dengan rumah barumu? Ataukah engkau memang kacang yang lupa pada kulitnya? Mbak, aku rindu engkau Rindu kebersamaan kita Kau yang selalu membantuku Dulu Sekarang? Kau sudah nyaman dengan rumah barumu Lupa kehangatan rumah ini Ingatlah mbak, aku ini adikmu Dan sampai kapanpun aku ini tetaplah adikmu Status barumu itu tak mengubahnya Minggu, 7 Juni 2015 21:00

Benteng Vredeburg, Benteng Bersejarah

Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota bersejarah di Indonesia. Menyimpan banyak perjuangan para pahlawan. Mengunjungi Kota Yogyakarta seakan membangkitkan kembali ingatan pada pelajaran Sejarah, terutama perjuangan pahlawan kita untuk merebut kemerdekan Indonesia. Mengunjungi mesuem, monumen, maupun tempat bersejarah lain mungkin dapat menambah wawasan kita tentang sejarah. Mengunjungi museum, monumen maupun tempat bersejalah lain adalah salah satu kegiatan yang dapat kita lakukan untuk menghargai sejarah, menghargai usaha para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan Indonesia. Benteng Vedreburg adalah salah satu tempat bersejarah yang berbentuk benteng. Di dalam benteng tersebut terdapat bangunan-bangunan yang menyimoan barang-barang bersejarah. Benteng Vredeburg terletak di Jalan Jend. A. Yani No. 6 Yogyakarta teatnya disebelah utara titik nol. Di dekat pintu masuk Benteng Vredeburg, tepatnya di depan pintu masuk Benteng Vredeburg terdapat kolam. Biaya masuk Benteng Vred...

Rasa yang Kembali Hadir

Rasa itu kembali ada. Setelah bertahun tahun aku menutup rasa itu. Bertahun tahun aku menutup harapan. Bertahun tahun juga aku memendam rasa itu. Aku memaksa mengubur rasa itu. Namun sekarang rasa itu tumbuh kembali dengan subur dihatiku. Oh cinta. Begini lah rasanya. Tak diundang namun datang tanpa permisi. Seperti inikah cinta. Awalnya kita bertemu setelah setahun berpisah karena kita beda sekolah. Yah, walaupun hanya lewat sosial media. Dan aku hanya iseng waktu itu, sengaja aku komen di sebuah fotonya. Ternyata hobi kita sama! Dari situ kita mulai bertukar cerita. Dia yang menceritakan pengalamannya naik gunung, beach camp , pencinta alamnya, keindahan alam yang pernah dia kunjungi. Dan aku pun menceritakan keinginanku untuk naik gunung, hunting foto. Dan yang mungkin bagiku paling berkesan dia manggil aku dengan panggilan ‘dek’. Awalnya aku hanya mengira itu typo . Namun ternyata memang buat panggilan. Oh so sweeeet. Ga bayangin bisa sedeket ini. Ga terbayang yang duluny...