Langsung ke konten utama

Jangan buru menyimpulkan, siapa tau benar?


“Ly, tau ga? Aku sudah malas engan hidup ini. Orang lain mungkin tak mengharap kehadiranku. Ada dan tiada diriku mungkin ga ada bedanya.”
“Iyakah?’ tanya balik dari seorang bernama Lily tersebut. “tau ga? Kamu adalah satu-satunya orang yang aku harapkan baca instastory ku”
Terdiam, berhenti sejenak, hingga Lily sudah jauh di depan. Dia tak menyangka bahwa ada manusia yang masih mengharapkan dia, dan seseorang itu adalah Lily, yang dulu ia kira adalah one-side love. Tapi setelah mendengar jawaban tadi, ia berpikir ‘apakah cintanya masih satu arah’. Lily adalah temannya saat masih kecil, dan sekarang mereka sudah memasuki semester 5. mereka terpisah saat mereka memasuki masa SMA. Lily bersekolah di SMAN 2 Bandung dan Gandha bersekolah di SMAN 8 Bandung. Kedua sekolah itu memang favorit, hanya saja, ekstrakulikulernya yang membedakan. Lly ingin mendalami bahasa Jermannya, sedangkan Gandha ingin bisa berdebat bahasa Inggris.
“Gandhaaaaaa”, teriakan Lily menyadarkan lamunan Gandha”ngapain sih masih di situ, ayo buruan, keburu ada dosennya.”
Buru-buru Gndha mengejar Lily yang sudah didepan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Masih) Hari Pertama

Hari pertama Perpram (Perkemahan Pramuka) sangat memberikan arti tersendiri bagiku. Aku mau bagi cerita nih tentang hari pertama Perpram. Berangkat dari sekolah sekitar pukul 13.30 dengan upacara pelepasan di Lapanagn Basket. Kami berangkat dengan menggunakan bus angkutan umum. Barang bawaan pribadi maupun kelompok, kita titipkan di pick up salah satu teman kami. Sepanjang perjalanan kami lalui dengan bersuka cita.  Sampai di bumi perkemahan Sinolewah kira-kira jam sudah menunjukkan pukul 15.30. Kami disuruh segera mendirikan tenda dan bagi yang muslim untuk sholat ashar terlebih dahulu. Kami di suruh untuk saling membantu antar sangga dalam mendirikan tenda ini. Setelah tenda berdiri tegak, kami melaksanakan apel sebagai upacara pembukaan Perpram ini. Kami diberi waktu untuk ISHOMA sampai jam 19.30. Jelajah malam kami lakukan setelah ISHOMA. Nah, dalam jelajah inilah yang menurutku bagian paling seru. Jelajah malam dilakukan bersama sangga kita. Sebelumnya kita perkenalan ...

Ini Ceritaku, Mana Ceritamu?

Keluar dari zona nyaman. Memang sangat mudah untuk diucapkan, namun sangat-sangat sulit untuk dilakukan. Misalnya, jika kamu udah terbiasa di dalam lingkaran itu, padahal di luar banyak banget lingkaran –lingkaran di luar lingkaranmu itu. Tapi di lingkaran yang kamu diami itu kamu nggak bisa berkembang. Kamu ya kamu, nggak bisa melihat dunia luar. Diam di tempat. Nah biar kamu bisa berkembang kamu harus keluar dari lingkaran itu. Dengan kata lain keluarlah dari zona nyamanmu! Pengen berbagi cerita aja di postingan ini. Dulu waktu wawancara anak panti, mbak Isi namanya, ngasih pesan untuk kita. Dia berpesan, keluarlah dari zona nyamanmu. Sebelumnya aku juga pernah dengar dari temen, untuk menjadi lebih akrab dalam suatu kelompok cara ang paling ampuh adalah keluar dari zona nyaman. Pertama dengar kata-kata itu, aku masih kopong, nggak dong apa yang dimaksud, tapi setelah aku pahami, aku menyetujui bahkan sangat menyetujui pernyataan itu. Kemarin waktu ngumpul di KR, juga ditekani...