MODIFIKASI PANGAN DAERAH BAKPIA
DENGAN TEPUNG KULIT PISANG GUNA MENINGKATKAN NILAI GIZI BAKPIA
Oleh:
Riza Afifah Cahya M.
(XII/17)
SMA N 8 YOGYAKARTA
2015 / 2016
A. Latar
Belakang
Bakpia
adalah makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula yang
dibungkus dengan tepung lalu dipanggang. Bakpia yang cukup dikenal salah
satunya berasal dari daerah Pathok , Yogyakarta.
Istilah
bakpia sndiri adalah berasal dari dialek Hokkian, yang secara harfiah berarti
roti berisikan daging, yaitu kata “Bak” yang berarti daging umumnya daging babi
dan “Pia” berarti kue. Karena masyarakat Yogyakarta mayoritas beragama Islam,
maka barulah isi bakpia diubah menjadi kacang hijau.
Dalam
pembuatan bakpia ada beberapa tahap yaitu
persiapan proses, pembuatan adonan, pembuatan kumbu/isi, percetakan,
pemanggangan, pendinginan, dan pengemasan.
Bakpia
mengandung energi sebesar 272 kalori, protein 3,7 gram, karbohidrat 44,1 gram,
lemak 6,7 gram, kalsium 194 miligram,fosfor 117 miligram, dan zat besi 4,5
miligram. Selain itu bakpia mengandung vitamin B sebanyak 0,31 miligram. Hasil
tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram bakpia, dengan
jumlah yang dapat dimakan 100 %.
Pada umunya bakpia diisi dengan kacang hijau yang
telah diolah. Bakpia kumbu kacang hijau dapat dimodifikasi isi dengan produk
pertanian lokal seperti ubi jalar yang kini semakin lengser popularitasnya
seiring berjalannya waktu. Daerah dekat pantai selatan adalah penghasil ubi
jalar dengan kualitas bagus, karena lahan yang digunakan gersang dan berpasir.
Kulit
bakpia yang ada sekarang adalah kulit bakpia yang dibuat dari tepung terigu.
Tepung terigu mengandung protein khusus yang sulit dicerna yaitu gluten. Gluten
yang lengket ini lambat dicerna dalam tubuh. Kalau karbohidrat lainnya hanya
membutuhkan 2 jam, protein hewani membutuhkan 4 jam, gluten membutuhkan 6 jam
bahkan sampai membutuhkan waktu 3 hari untuk dicerna tubuh. Padahal enzim
pencerna dalam tubuh hanya bekerja paling lama 4 jam sehingga gluten tidak
tercerna dengan sempurna. Akibatnya membusuk dan menghambat jalannya saluran
pencernaan untuk melakukan penyerapan nutrisi dan pembuangan zat-zat sisa.
Bakpia
pertama kali dikenalkan dengan kemasan besek
atau dengan bambu yang sudah dianyam membentuk sebuah kotak yang dapat
dipakai sebagai tempat. Kemasan bakpia mengalami perubahan, dari besek kemudian menjadi kotak dus warna
putih disertai label tempelan. Kemudian berubah lagi menjadi kemasan kotak dus
dengan merek dangang sesuai nomor rumah. Agar mudah dalam membawa bakpia dalam
banyak dan untuk oleh-oleh, bakpia yang sudah dimasukkan ke dalam dus berlabel
tadi dimasukkan dalam karton besar. Bakpia dengan kemasan seperti ini masih memungkinkan
bakpia mengalami kerusakan akibat oksidasi yang akan mengakibatkan ketengikan.
Bakpia
dengan warna dan rasa yang saat ini dikenalkan sudah menarik dan memiliki
kandungan gizi yang baik. Namun, tampilan untuk bakpia saat ini kurang diminati
oleh anak-anak karena warna yang disajikan terlalu polos dan putih. Bakpia yang
ada saat ini juga kurang awet saat dimakan dalam jangka waktu tertentu. Bakpia
pada umumnya diolah dengan pemanggangan, akan lebih baik jika ada modifikasi
pengolahan agar bakpia semakin diterima dimasyarakat.
B. Tujuan
Modifikasi
Adapun
beberapa tujuan dalam modifikasi bakpia ini adalah:
· Meningkatkan
umur simpan bakpia
· Menambah
variasi dan warna baru pada bakpia
· Bakpia
semakin diminati dimasyarakat termasuk anak-anak
· Memajukan
produk pertanian lokal
· Meningkatkan
kandungan gizi bakpia
C. Jenis
Modifikasi
Modifikasi bakpia yang akan saya lakukan adalah
modifikasi bahan baku, modifikasi pengolahan dan modifikasi tampilan produk
akhir. Bakpia pada umumnya berisi kacan hijau yang diolah menjadi kumbu. Saya
akan memodifikasi isi bakpia dengan ubi jalar yang telah dimasak dengan
pencampuran aneka buah seperti strawberi, nangka, durian agar menarik pembeli
dan memberi rasa pada bakpianya. Juga ditambahkan pewarna makanan seperlunya
agar pembeli semakin tertarik dengan warnanya. Kandungan gizi yang terdapat
pada ubi jalar tak kalah dengan bahan makanan
pokok lainnya. Kandungan gizi per 100 gramnya terdapat kalori 85 kkal, jumlah
lemak 0,1 gram, juga terdapat kandungan lainnya seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, zat besi,
kalsium, dan lain-lain Di Afrika, umbi ubi jalar menjadi salah satu sumber
makanan pokok yang penting.
Selain
modifikasi isi dengan ubi jalar, saya juga akan memodifikasi kulit bakpia. Saya
akan memodifikasi kulit bakpia yang selama ini menggunakan teung terigu dengan
tepung kulit pisang. Sayang memilih kulit pisang karena kulit pisang jarang
dimanfaatkan untuk diolah sebagai bahan makanan, biasanya hanya dibuang dan
akan menimbulkan bau busuk. Secara umum, kulit pisang mengandung karbohidrat,
air, vitamin C, kalium, lutein, anti-oksidan, kalsium,vitamin B, lemak,
protein, beragam vitamin B, minyak nabati, serat, serotonin. Kulit pisang juga
memiliki banyak manfaat diantaranya adalah mengobati jerawat, mengobati kutil,
mempercantik kulit, mengobati luka, memutihkan gigi.
Pengolahan
bakpia selama ini hanya dengan pemanggangan. Dalam modifikasi saya kali ini,
saya mencoba membuat bakpia dengan cara dibakar agar rasa bakpia semakin mantap
karena dibakar dengan mentega yang memberi rasa gurih pada bakpianya dan bakpia
menjadi renyah.
Terakhir
saya akan memodifikasi pengemasan bakpia. Bakpia merupakan makanan yang aw-nya relatif rendah sehingga yang
tumbuh dalam bakpia adalah jamur. Untuk mencegah terjadi tumbuhnya jamur pada
bakpia, solusinya adalah dengan mendesain kemasan kedap udara sekaligus
penyerap O2. Tujuanya untuk meminimalisir oksigen guna mencegah
tumbuhnya jamur.
Selain
jamur, sering terjadi ketengikan pada bakpia. Pada modifikasi kemasan ini,
tidak berlaku modifikasi kedua, yaitu modifikasi pengolahan yang terjadi
penambahan minyak pada modifikasi tersebut. Modifikasi ini berlaku untuk bakpia
pada umumnya yang diolah dengan cara pemanggangan. Ketengikan dapat disebabkan
salah satunya oleh asam lemak yang bersifat volatile
yang dapat timbul akibat kadar minyak dalam bakpia yang cukup tinggi.
Sehingga
solusi untuk mengurangi kadar oksigen dengan cara penyedotan udara di dalam
kemasan yang terlah diisi bakpia yang terdapat oxygen scavengers. Penyedot udara atau lebih polpuler vacuum sealer adalah mesin yang
digunakan untuk menghampakan udara, dimana udara yang dihampakan akan
menyebabkan proses oksidasi, perkembangan oksigen akan ditekan sedemikian rupa
sehingga bakteri akan berkembang biak lebih lama dibandingkan dengan proses
oksidasi. Vacuum sealer ini meningkatkan umur simpan bakpia sampai 4-5 kali
dibanding tidak menggunakan mesin ini.
Oxygen scavengers
membantu menjaga kualitas produk pangan antara lain dengan cara menurunkan
metabolisme pangan, mengurangi ketengikan
oksidatif, menghambat oksidasi tidak diinginkan pigmen dan vitamin
labil, serta menghambat pertumbuhan mikroorganisme serobik.
D. Cara
Kerja
v Alat
dan Bahan
Modifikasi isi bakpia:
·
Ubi jalar
·
Aneka Buah seperti srawberi, nangka, durian
·
Minyak sayur
·
Air
·
Guka pasir
·
Santan
·
Daun pandan
·
Gula jawa
·
Wajan atau teflon
Modifikasi kulit bakpia;
· Kulit
pisang raja
· Natrium
tiosulfat
· Pisau
· Perajang
· Alat
pengering
· Penggiling
· Ayakan
atau saringan
Modifikasi pengolahan :
·
250 gram tepung kulit pisang
·
2 sdm gula pasir
·
100 ml air
·
½ sdt garam
·
50 ml minyak sayur
·
Mentega atau margarin
·
Teflon atau alat untuk menggoren datar
seperti pada roti bakar
·
Spatula
Modifikasi kemasan :
·
Oxygen
scavengers
·
Vacuum
sealer
·
Plastik untuk membungkus
·
Kaleng yang sudah diberi label
·
Selotip
v Langkah-langkah
Modifikasi isi :
Langkah-langkah membuat
bakpia modifikasi isi ini sama seperti bakpia-bakpia yang sudah ada sekarang.
Perbedaannya hanya di dalam membuat kumbu atau isi saja. Berikut
langkah-langkah membuat kumbu bakpia dari ubi jalar :
1.
Rebus ubi jalar yang telah dicuci.
2.
Setelah matang, angkat dan tiriskan ubi
jalar. Kupas ubi jalar setelah dingin. Haluskan ubi jalar sampai halus.
3.
Siapkan teflon dan masukkan ubi jalar
yang telah dihaluskan ke dalam teflon.
4.
Masukkan gula pasir, gula merah, garam,
sedikit santan, dan daun pandan, masak hingga mengental rata, tambahkan sedikit
air.
5.
Setelah ubi jalar matang, bagilah
menjadi beberapa, lalu beri campuran buah yang telah dipotong dadu halus. Beri
warna makanan sesuai selera Anda.
6.
Setelah dingin bentuklah menjadi
bola-bola kecil.
Modifikasi kulit bakpia:
Pada modifikasi kulit
bakpia ini, lankah-langkah membuat kulitnya sama dengan bakpia pada umumnya,
yang membedakan hanya bahan baku untuk membuat tepungnya. Berikut
langkah-langkah membuat tepung kulit pisang:
1. Potong
kulit pisang kecil-kecil dengan ukuran 1 cm x 0,5 cm dengan pisau atau alat
pengiris.
2. Rendam
kulit pisang dengan larutan natrium tiosulfat, setelah ditiriskan.
3. Keringkan
potongan kulit pisang selama 2 hari.
4. Setelah
kering, potongan kulit pisang dapat digilig dengan menggunakan hammer mill atau
ditumbuk.
5. Hasil
penggilingan kemudian diayak
6. Tepung
yang lolos dari ayakan dapat digunakan sebagai bahan baku kulit bakpia
pengganti tepung terigu.
Modifikasi
pengolahan :
1. Panaskan
air, masukkan gula dan aduk gula hingga larut.
2. Dalam
wadah yang berbeda, campurkan tepung kulit pisang dengan garam.
3. Masukkan
air gula, aduk hingga kalis dan tercsmpur rata.
4. Tuang
minyak sayur sedikit demi sedikit, uleni hingga kalis.
5. Agar
kulit bakpia menjadi renyah, dapat juga dilakukan perendaman adonan yang sudah
dibuat bola-bola kecil dengan minyak sayur sebanyak 200 ml. Rendam hingga 15
menit.
6. Pipihkan
adonan, beri isian kacang hijau ditengahnya.
7. Bentuklah
menjadi bulat pipih.
8. Bakar
dengan teflon atau penggoreng datar yang telah diolesi mentega atau margarin
sampai matang dan berwarna kecoklatan.
Modifikasi kemasan
1. Masukkan
bakpia yang sudah jadi (tanpa melalui modifikasi pengolahan) kedalam plastik
tebal khusus untuk makanan, beri satu bungkus oxygen scavengers.
2. Sedot
udara yang ada di dalam plastik dengan vacuum
sealer, jika sudah laminating bagian sisi lain yang masih terbuka.
3. Masukkan
plastik yang sudah mengalami vakum tersebut ke dalam kaleng atau toples makanan
yang sudah diberi label produksi, yang terakhir tutup rapat dan beri selotip
bening melingkar antara tutup dengan badan kaleng.
E. Referensi
https://lindamegawati.wordpress.com/2011/05/04/bakpia-dan-cara-pembuatannya/
diakses pada 00:05/2-12-2015
http://www:organisasi:org/1970/01/isi-kandungan-gizi-kue-bakpia-nutrisi-bahan-makanan:html?m=1
diakses pada 01:32/16-12-2015
https://greenmuslim:wordpress:com/2009/03/31/peningkatan-umur-simpan-bakpia-menggunakan-kemasan-aktif-dengan-oxygen-scavanger/
diakses pada 02:11/16-12-2015
https://id:m:wikipedia:org/wiki/Ubi_jalar
diakses pada 21:05/30-12-1-2015
https://free.facebook.com/notes/yogyakarta/cara-membuat-bakpia-khas-yogyakarta/10151568108497351/?_rdc
diakses pada 22:08/30-12-2015
http://naturafia.blogspot.co.id/2011/01/yuk-kurangi-konsumsi-tepung-terigu.html?m=1
diakses
pada 13:15/4-1-2016
http://catatan-rie.blogspot.co.id/2014/10/terigu-manfaat-dan-efek-buruknya.html?m=1
diakses
pada 13:22/4-1-2016
http://manfaatkandungan.blogspot.co.id/2013/04/manfaat-dan-kandungan-kulit-pisang.html?m=1
diakses pada 13:41/4-1-2016
http://www.amazie.co/23208/10-manfaat-kulit-pisang-untuk-kesehatan-kecantikan-pupuk/
diakses pada 13:55/4-1-2016
http://pusat-pkkp.bkp.pertanian.go.id/berita-205-membuat-tepung-dari-kulit-pisang.html
diakses pada 19:46 /4-1-2016
http://ramesiamesin.com/vacuum-sealer
diakses pada 21:47/4-1-2016
http://cobacoba-isna.blogspot.co.id/2014/03/bakpia-pathuk-kacang-hijau-step-by-step.html?m=1
diakses pada 22:33/4-1-2016
Komentar
Posting Komentar