Langsung ke konten utama

Manfaat atau Mudharat?

Di malam Idul Adha ini banyak kita jumpai lomba takbir keliling. Banyak masjid maupun lembaga yang memeriahkan hari raya umat Islam sedunia. Terdengar menarik sekali bukan? Bayangkan di hari raya seluruh umat Islam, ada yang mengadakan lomba untuk mengagungkan asma Allah.

Namun..

Ada beberapa hal yang membuat saya kemudian menyernyitkan dahi karena acara tersebut--yang mungkin niatnya adalah mulia--. Maukah saya ajak untuk menengok sebentar bagaimana dibalik layar dari kacamata seorang peserta lomba tersebut? Karena saya pernah ada di dalamnya.
*tulisan ini hanya sekedar sharing pengalaman*

Beberapa hal yang masih sampai sekarang mengganjal di pikiran saya adalah:
1. Kebanyakan lomba takbir menjadikan perempuan yang sudah baligh sebagai obyek utama untuk display (biasanya menari) berlengak lengok didepan juri memamerkan tubuhnya yang aduhai.
Lalu yang laki2 kemana? Biasanya laki2 yang bertanggung jawab dibagian musiknya.
2. Pada saat latihan takbir, biasanya sampai larut malam. Hal ini dapat menjadi fitnah bagi kaum perempuan.
3. Ini semoga hanya terjadi di tempat saya saja. Banyak perempuan yang tidak memakai kerudung saat latihan. Saya heran. Ini sangat bertentangan sekali. Disatu sisi mereka lantang menyuarakan takbir, namun disisi lain perintah Allah saja dilalaikan.
4. Saat perlombaan berlangsung, biasanya takbir keliling mengitari suatu desa. Nah mereka menggunakan setengah badan jalan untuk perlombaan (ada pula yang ditutup penuh jalannya). Hal ini sangat merepotkan apabila ada orang lain yang punya hak yang sama untuk melewati jalan tersebut apalagi kalau jalan tersebut adalah jalan utama.

Beberapa hal diatas yang kadang bertolak belakang dengan acaranya. Tak lengkap apabila saya hanya menyampaikan minusnya saja tanpa memberi solusi.
Solusi menurut saya adalah:
- Takbir sebaiknya didalam masjid saja. Bisa untuk saling bersosial dengan tetangga sekitar.
- Jika ada takbir keliling, maka sebaiknya hanya takbir keliling saja tanpa ada perempuan baligh yang berlengak lengok (menari/memperagakan suatu formasi). Atau bisa takbir keliling untuk anak2 saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memantaskan

Satu satu sudah Allah kasih kesempatan untuk melangkah lebih jauh, memberi manfaat yang seluas luasnya.  Sarjana sains. Dwri lubuk hati yang terdalam, tidak dapat dipungkiri bahwa ada keirian, tapi itu pasti.  "Kenapa aku belum?"  "Kenapa harus aku?"  "Kenapa Allah belum ngasih kesempatan?"  Banyak pertanyaan yang tak butuh jawaban. Karena dari awal sudah terjawab. Ya karena kamu mampu. Karena Allah melihat usahamu. Mungkin saja usahamu belum maksimal. Atau mungkin kamu lebih mengandalkan usahamu sendiri, melupakan kekuatan Allah. Mencoba bersabar atas waktu pun, rasanya tak mudah. Apalagi muncul pertanyaan dari sekitar, "Kamu kapan?" Rasa rasanya aku ingin hilangkan kata 'kapan' ini dalam kamus KBBI. Banyak orang yang juga tak suka dengan pertanyaan bermula 'kapan'. Dikiranya kita yanh menentukan apa? Padahal kita cuma berusaha, Allah lah penulis skenario terbaik dalam hidup. Kita mah usaha sama tawakal, biar Allah yang menilai k...

Hal baru itu menantang!

Menjadi anak kos selama enam bulan mengajarkan saya banyak pengalaman . Sebagai mantan anak kos, pastinya banyak kenganan-kenangan baik itu meyedihkan, memalukan, mengaharukan apalagi menyebalkan. Banyak peristiwa-peristiwa yang kita lalui bersama keluarga baru kita. Nah kali ini aku mau membahas kos-kosan pinter, nggak dodol lagi. Bakalan kita bahas tips, suka duka anak kos, tatacara menjadi anak kos yang baik dan benar. Sejak SMP aku pengen bisa sekolah di Jogja terus bisa ngekos, memasak, nyuci sendiri, bareng-bareng teman, seru-seruan bareng. Pengen hal baru, dan sepertinya ngekos tu seru soalnya bareng-bareng sama temen. Nggak keganggu sama izin ortu,wkwk. Dari SMP, aku sama temenku udah berniat satu kos-kosan bareng pas SMA. Tapi sayangnya, kita tidak satu sekolah. Sedih banget. Yaaahh. Awal masuk SMA aku sudah ditawarin sama orang tuaku, mau naik motor sendiri atau mau ngekos. Ya jelaslah aku mau ngekos. Sifatku yang menyukai hal-hal baru itu membuat keinginan untuk ngek...