Langsung ke konten utama

Gimana sih cara menyikapi virus merah jambu?

Pernah merasakan dag dig dug saat papasan dengannya, dengar suaranya, ataupun dengar namanya disebut? Wajar bila kita saat menginjak usia remaja ada ketertarikan pada lawan jenis. Itu fitrah. Yakinlah rasa itu dating dari Allah. Terus gimana harusnya kita menanggapi virus merah jambu? Nah disini akan bahas langkah-langkah ala Riza yang diadopsi dari berbagai sumber.

Yang pertama. Harus yakin kalau itu adalah fitrah. Menurut KBBI fitrah itu adalah sifat asal. Ya memang sifat asal kita tertarik pada lawan jenis. Lah kalau tertarik pada sesame jenis, harus diwasadai malah. Dan jangan sampai kejadian kaum Nabi Luth terulang dimasa sekarang, masak udah zaman maju eh balik lagi ke zaman jahiliyah.

Yaps. Setelah kita udah yakin, step berikutnya ini yang paling penting. Bagaimana kita menyikapi hal itu? Mau dapat pahala dari Allah atau malah murka-Nya. Virus cinta ini juga sebagai ujian keimanan kita. Bagaimana iman seorang bisa dilihat dari cara dia memilih jalan saat Allah sedang mengujinya. So pastinya sebagai hamba Allah, kita mencari ridhonya. Bagaimana kita bisa mencari ridhonya lewat virus ini. Adalah dengan mematuhi apa yang diperintahkan. Kalau virus itu menyerang, segeralah berdoa kepada Allah. Untuk ikhwan atau cowok jika udah mantap dan siap untuk membina rumah tangga yang akan membangun peradaban, sampaikan maksud ke orang tuanya. Jangan ditunda-tunda. Lah kalau belum siap gimana? Masih pengen kuliah bebas, engga terikat, pengen main rame-rame sama temen, dan macam-macam alasannya. Jawabannya adalah Sabar. Bukankah Allah menyuruh kita di surat Al Baqarag untuk Sabar dan Sholat? Selain itu adalah puasa.  Puasa bisa menahan hawa nafsu kita. Terus kalau udah sabra, sholat, puasa tapi kalau ketemuan secara sengaja bahas ga penting ya sama aja akan timbul perasaan itu lagi. Kayak hadist yang diriwatkan Imam Bukhari “Ruh itu lakasana pasukan yang dikerahkan. Seberapa mereka saling mengenal, sejauh itu pula mereka saling menyatu, dan seberapa jauh mereka tidak saling mengenal, sejauh itu pula mereka akan berselisih”. Sepemahamanku dari hadist itu, intensitas kita ketemu doi itu berpengaruh, kalau intensitas kita ketemu doi nya tinggi, maka bibit-bibit cinta tak bisa dibasmi. Dengan ketemu doi, ngobrol ga jelas bisa jadi itu malah mendekati zina. Pasti kalian udah hafal diluar kepala firman Allah di surat Al Isra ayat 32 “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk”. Mendekati aja ga boleh sis/bro. Oya, zina itu juga bermacam-macam loh. Ada yang namanya zina yang benar-benar zina melakukan hubungan suami istri tapi belum halal. Ada zina tangan, ya pegangan tangan non muhrim belum halal. Zina mata dengan melihatnya dan mengaguminya. Zina hati, ini nih, mungkin secara ga sadar kita bisa tidak sengaja melakukan ini. Sekedar mengagumi, memikirkan doi terus menerus bisa jadi zina hati loh guys.

Jadikan rasa cinta yang kita rasakan semakin mendekatkan kita kepada Allah. Dengan cara apa? Banyak berdoa, banyak bermunajat. Allah paling suka dengan hambanya yang bermunajat kepada Allah. Jangan ragu buat minta apapun ke Allah. Allah kan maha kaya. Doa ini juga bisa jadi sarana curhat terbaikkkk. Allah ga pernah nyeritain masalahmu ke orang, bed amah sama orang yang kita percaya eh ternyata ember. Oke balik lagi. Kalau Riza doanya gini “Ya Allah, hamba sedang jatuh cinta kepada hamba-Mu. Ya Allah, jika dia bukan masa depan hamba, dan hamba bukan masa depan dia, Ya Allah, tolong hapus rasa ini di hati hamba. Ya Allah jika dia pemilik masa depan hamba, dan hamba adalah pemilik masa depan dia, tolong ya Allah simpan rasa ini pad awaktunya, hamba titipkan rasa ini kepada-Mu. Ya Allah hamba takut rasa cinta kepada hamba-Mu melebihi rasa cintaku pada-Mu. Hamba mohon ampunan-Mu ya Allah, ampunilah hamba. Sesungguhnya Engkau Maha Melihat, Maha Mengetahui.”

Ternyata itu saja tidak cukup. Walaupun kita belum siap dan belum ingin nikah, tapi kita juga harus menyiapkan diri sebagai suami dan ayah atau istri dan Ibu. Persiapannya ga cuma materiil aja, tapi juga harus mental. Cobalah ikut kajian parenting (kalau ini sih Riza juga belum mulai). Bersungguh sungguh dalam menuntut ilmu. Bergaul sama temen dengan aktif ikut organisasi juga bisa membantu melupakan rasa cinta itu atau mengurangi rasa galau dan kesepian, tapi juga hati-hati kalau disana malah nemu doi baru hihihi. Sepertinya udah panjang lebar aku ulis tips yang sebenarnya bagiku juga tidka mudah untuk dilakukan. Tapi nulis ini untuk selfreminder aku agar bisa istiqomah tetap berada di jalannya. Banyak kurang, Riza minta maaf dan segala kebaikan datangnya dari Allah. Jika ada yang salah atau ingin berdiskusi bisa menulis di kolom komentar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kita Berbeda..

Aku tak tau mengapa semua jadi begini. Semenjak dia datang di kehidupanku, keluarga ini   jadi nggak perhatian lagi sama aku. Semua perhatian orangtuaku direbut dia. Pembawa sial. Kata orang, punya adek itu menyenangkan, tapi nggak bagiku. Hanya akan menjadi masalah aja. Entah kenapa dulu sebelum si pembawa sial itu lagi, Mama sama Papa sangat sayang padaku, tapi sekarang yang dipentingan dia. Kenapa ini terjadi padaku? Hari ini tanggal 18 Februari 2015 dan besok usiaku genap tujuh belas tahun. Sweet seven teen, orang bilang. Tahun terpenting dalam hidup. Pagi ini kuawali dengan bangun pagi-pagi terus mandi lalu ibadah sholat subuh. Nyiapin buat nanti sambil senyum-senyum bayangin hari besok. Pasti Mama Papa udah nyiapin aku surprise yang sampai nggak bisa aku bayangin.   Di rumah sepi, mungkin mereka mau nyiapin pestanya diluar rumah. Aaah, asik banget pesta diluar rumah. Rasanya udah nggak sabar pengen bertemu hari esok. Jam tanganku menunjukkan waktu 06.25. Aku s...

Hal baru itu menantang!

Menjadi anak kos selama enam bulan mengajarkan saya banyak pengalaman . Sebagai mantan anak kos, pastinya banyak kenganan-kenangan baik itu meyedihkan, memalukan, mengaharukan apalagi menyebalkan. Banyak peristiwa-peristiwa yang kita lalui bersama keluarga baru kita. Nah kali ini aku mau membahas kos-kosan pinter, nggak dodol lagi. Bakalan kita bahas tips, suka duka anak kos, tatacara menjadi anak kos yang baik dan benar. Sejak SMP aku pengen bisa sekolah di Jogja terus bisa ngekos, memasak, nyuci sendiri, bareng-bareng teman, seru-seruan bareng. Pengen hal baru, dan sepertinya ngekos tu seru soalnya bareng-bareng sama temen. Nggak keganggu sama izin ortu,wkwk. Dari SMP, aku sama temenku udah berniat satu kos-kosan bareng pas SMA. Tapi sayangnya, kita tidak satu sekolah. Sedih banget. Yaaahh. Awal masuk SMA aku sudah ditawarin sama orang tuaku, mau naik motor sendiri atau mau ngekos. Ya jelaslah aku mau ngekos. Sifatku yang menyukai hal-hal baru itu membuat keinginan untuk ngek...