Langsung ke konten utama

Memantaskan

Satu satu sudah Allah kasih kesempatan untuk melangkah lebih jauh, memberi manfaat yang seluas luasnya. 
Sarjana sains.
Dwri lubuk hati yang terdalam, tidak dapat dipungkiri bahwa ada keirian, tapi itu pasti. 
"Kenapa aku belum?" 
"Kenapa harus aku?" 
"Kenapa Allah belum ngasih kesempatan?" 
Banyak pertanyaan yang tak butuh jawaban. Karena dari awal sudah terjawab. Ya karena kamu mampu. Karena Allah melihat usahamu. Mungkin saja usahamu belum maksimal. Atau mungkin kamu lebih mengandalkan usahamu sendiri, melupakan kekuatan Allah.
Mencoba bersabar atas waktu pun, rasanya tak mudah. Apalagi muncul pertanyaan dari sekitar,
"Kamu kapan?"
Rasa rasanya aku ingin hilangkan kata 'kapan' ini dalam kamus KBBI. Banyak orang yang juga tak suka dengan pertanyaan bermula 'kapan'. Dikiranya kita yanh menentukan apa? Padahal kita cuma berusaha, Allah lah penulis skenario terbaik dalam hidup. Kita mah usaha sama tawakal, biar Allah yang menilai kita pantes menerima hasilnya belum. Kata 'Kapan' ini seolah olah raja banget. Seolah olah segalanya bisa rampung dengan menjawabnya. Yaelah baper amat, sekelumit kata. Ya biarin lah, sini juga punya perasaan. Emang situ?
Kembali lagi dengan memantaskan. Allah belum ngasih kalau Dia rasa kita belum pantas menerimanya. Yuk, yakinkan Allah kalau kita pantas buat menerima yang kita harapkan. Dengan cara memperbesar usaha kita, memperbanyak doa, sholawat, dzikir, minta pada Allah sungguh-sungguh, dan doa ortu serta guru kita.
Daripada overthinking mulu, mending lanjut ngerjain ahh biar Allah rasa kita dah pantes menerimanya.

Bantul, 5 Agustus 2020
20:52

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Masih) Hari Pertama

Hari pertama Perpram (Perkemahan Pramuka) sangat memberikan arti tersendiri bagiku. Aku mau bagi cerita nih tentang hari pertama Perpram. Berangkat dari sekolah sekitar pukul 13.30 dengan upacara pelepasan di Lapanagn Basket. Kami berangkat dengan menggunakan bus angkutan umum. Barang bawaan pribadi maupun kelompok, kita titipkan di pick up salah satu teman kami. Sepanjang perjalanan kami lalui dengan bersuka cita.  Sampai di bumi perkemahan Sinolewah kira-kira jam sudah menunjukkan pukul 15.30. Kami disuruh segera mendirikan tenda dan bagi yang muslim untuk sholat ashar terlebih dahulu. Kami di suruh untuk saling membantu antar sangga dalam mendirikan tenda ini. Setelah tenda berdiri tegak, kami melaksanakan apel sebagai upacara pembukaan Perpram ini. Kami diberi waktu untuk ISHOMA sampai jam 19.30. Jelajah malam kami lakukan setelah ISHOMA. Nah, dalam jelajah inilah yang menurutku bagian paling seru. Jelajah malam dilakukan bersama sangga kita. Sebelumnya kita perkenalan ...

Ini Ceritaku, Mana Ceritamu?

Keluar dari zona nyaman. Memang sangat mudah untuk diucapkan, namun sangat-sangat sulit untuk dilakukan. Misalnya, jika kamu udah terbiasa di dalam lingkaran itu, padahal di luar banyak banget lingkaran –lingkaran di luar lingkaranmu itu. Tapi di lingkaran yang kamu diami itu kamu nggak bisa berkembang. Kamu ya kamu, nggak bisa melihat dunia luar. Diam di tempat. Nah biar kamu bisa berkembang kamu harus keluar dari lingkaran itu. Dengan kata lain keluarlah dari zona nyamanmu! Pengen berbagi cerita aja di postingan ini. Dulu waktu wawancara anak panti, mbak Isi namanya, ngasih pesan untuk kita. Dia berpesan, keluarlah dari zona nyamanmu. Sebelumnya aku juga pernah dengar dari temen, untuk menjadi lebih akrab dalam suatu kelompok cara ang paling ampuh adalah keluar dari zona nyaman. Pertama dengar kata-kata itu, aku masih kopong, nggak dong apa yang dimaksud, tapi setelah aku pahami, aku menyetujui bahkan sangat menyetujui pernyataan itu. Kemarin waktu ngumpul di KR, juga ditekani...