Musuh. Rival. Memang terdengar
negatif. Yaah memang sih sebenarnya kita dilarang untuk bermusuhan. Tapi ya
gimana lagi. walaupun kita udah baik-baik pasti ada yang nggak suka sama kita. Aku
sendiri juga pernah ngalamin ini. Kayaknya udah ngelakuin yang bener, nggak
aneh-aneh. Ehhh ya ada juga yang nggak suka sama aku. Sampai sekarang! Eh malah
jadi curhat, kembali ke topik ah. Bahas lagi. Musuh memang ditakdirkan untuk
ada kali ya. Kayak mirror nya kita, kalau kita ada di koordinat plus pasti ada
juga kan yang berada di koordinat minus. Musuh selaluuu nyebelin, musuh nggak
nyebelin itu pas musuh mau membuka perangkap biar kita bisa masuk. Pura-pura
baiklah lebih tepatnya. Biar tau kelemahan kita. Hati-hai kalau musuh kita
tiba-tiba jadi baik, wkwk. Bisa jadi dia lagi membuka jaringnya. Oiya, kalau
musuh lagi baik, jangan pernah terbuka sama musuh. Itu sama aja penyerahan
diri. Kayak masukin bola ke gawang sendiri. Mati deh.
Mendengar
kata musuh, pikiran kita langsung ke yang negatif-negatif. Tapi teman, ternyata
punya musuh itu ada manfaatnya juga loh. Tau sendiri kan kalau kita punya musuh
pasti kita nggak mau jadi di bawahnya, pasti mau nya di atas. Malu dong kalau
di bawah. Secara tidak langsung itu menjadi penyemanagt kita dalam melakukan
sesuatu. Biasanya kalau di sekolah, kita jadi lebih semangat belajar, biar
nilai kita bagus (lebih tepatnya di atas nilai musuh kita). Kata lainnya
motivator gratis nan selalu ada lah. Nggak usah diundang dianya yang datang.
Kita jadi sering-sering buka
socmed hanya untuk stalking musuh kita. Kalau yang ini menurutku hanya
orang-orang selo yang melakukanya. Nah kalau yang ini aku nggak nyaranin, ini
bisa ngabihin kuota sama waktu kita. Wkwk.
Musuh juga bisa sebagai yang
menunjukan kelemahan kita. Mereka secara blak-blakan aku mengatakan kelemahan
kita, walaupun biasanya dibesar-besarkan sih ya. Tapi seenggaknya kita tahu
kelemahan kita apa tanpa kita tanya ke orang lain.
Itu tadi
beberap manfaat dari musuh, belum semua sih masih banyak lagi manfaat yang
didapt dari musuh tapi tidak kita sadari. Pesenku nikmati aja kalau punya
musuh, berarti kita juga masih dianggap manusia. Ya nggak? Tapi bukan berarti
aku nyuruh untuk punya musuh. Lebih baik ya baikan, saling memaafkan. Kalau merekanya
yang nggak mau baikan ya nikmatin aja. :D
Komentar
Posting Komentar