Langsung ke konten utama

Aku VS kamu



Musuh. Rival. Memang terdengar negatif. Yaah memang sih sebenarnya kita dilarang untuk bermusuhan. Tapi ya gimana lagi. walaupun kita udah baik-baik pasti ada yang nggak suka sama kita. Aku sendiri juga pernah ngalamin ini. Kayaknya udah ngelakuin yang bener, nggak aneh-aneh. Ehhh ya ada juga yang nggak suka sama aku. Sampai sekarang! Eh malah jadi curhat, kembali ke topik ah. Bahas lagi. Musuh memang ditakdirkan untuk ada kali ya. Kayak mirror nya kita, kalau kita ada di koordinat plus pasti ada juga kan yang berada di koordinat minus. Musuh selaluuu nyebelin, musuh nggak nyebelin itu pas musuh mau membuka perangkap biar kita bisa masuk. Pura-pura baiklah lebih tepatnya. Biar tau kelemahan kita. Hati-hai kalau musuh kita tiba-tiba jadi baik, wkwk. Bisa jadi dia lagi membuka jaringnya. Oiya, kalau musuh lagi baik, jangan pernah terbuka sama musuh. Itu sama aja penyerahan diri. Kayak masukin bola ke gawang sendiri. Mati deh.
                Mendengar kata musuh, pikiran kita langsung ke yang negatif-negatif. Tapi teman, ternyata punya musuh itu ada manfaatnya juga loh. Tau sendiri kan kalau kita punya musuh pasti kita nggak mau jadi di bawahnya, pasti mau nya di atas. Malu dong kalau di bawah. Secara tidak langsung itu menjadi penyemanagt kita dalam melakukan sesuatu. Biasanya kalau di sekolah, kita jadi lebih semangat belajar, biar nilai kita bagus (lebih tepatnya di atas nilai musuh kita). Kata lainnya motivator gratis nan selalu ada lah. Nggak usah diundang dianya yang datang.
Kita jadi sering-sering buka socmed hanya untuk stalking musuh kita. Kalau yang ini menurutku hanya orang-orang selo yang melakukanya. Nah kalau yang ini aku nggak nyaranin, ini bisa ngabihin kuota sama waktu kita. Wkwk.
Musuh juga bisa sebagai yang menunjukan kelemahan kita. Mereka secara blak-blakan aku mengatakan kelemahan kita, walaupun biasanya dibesar-besarkan sih ya. Tapi seenggaknya kita tahu kelemahan kita apa tanpa kita tanya ke orang lain.
                Itu tadi beberap manfaat dari musuh, belum semua sih masih banyak lagi manfaat yang didapt dari musuh tapi tidak kita sadari. Pesenku nikmati aja kalau punya musuh, berarti kita juga masih dianggap manusia. Ya nggak? Tapi bukan berarti aku nyuruh untuk punya musuh. Lebih baik ya baikan, saling memaafkan. Kalau merekanya yang nggak mau baikan ya nikmatin aja. :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Masih) Hari Pertama

Hari pertama Perpram (Perkemahan Pramuka) sangat memberikan arti tersendiri bagiku. Aku mau bagi cerita nih tentang hari pertama Perpram. Berangkat dari sekolah sekitar pukul 13.30 dengan upacara pelepasan di Lapanagn Basket. Kami berangkat dengan menggunakan bus angkutan umum. Barang bawaan pribadi maupun kelompok, kita titipkan di pick up salah satu teman kami. Sepanjang perjalanan kami lalui dengan bersuka cita.  Sampai di bumi perkemahan Sinolewah kira-kira jam sudah menunjukkan pukul 15.30. Kami disuruh segera mendirikan tenda dan bagi yang muslim untuk sholat ashar terlebih dahulu. Kami di suruh untuk saling membantu antar sangga dalam mendirikan tenda ini. Setelah tenda berdiri tegak, kami melaksanakan apel sebagai upacara pembukaan Perpram ini. Kami diberi waktu untuk ISHOMA sampai jam 19.30. Jelajah malam kami lakukan setelah ISHOMA. Nah, dalam jelajah inilah yang menurutku bagian paling seru. Jelajah malam dilakukan bersama sangga kita. Sebelumnya kita perkenalan ...

Ini Ceritaku, Mana Ceritamu?

Keluar dari zona nyaman. Memang sangat mudah untuk diucapkan, namun sangat-sangat sulit untuk dilakukan. Misalnya, jika kamu udah terbiasa di dalam lingkaran itu, padahal di luar banyak banget lingkaran –lingkaran di luar lingkaranmu itu. Tapi di lingkaran yang kamu diami itu kamu nggak bisa berkembang. Kamu ya kamu, nggak bisa melihat dunia luar. Diam di tempat. Nah biar kamu bisa berkembang kamu harus keluar dari lingkaran itu. Dengan kata lain keluarlah dari zona nyamanmu! Pengen berbagi cerita aja di postingan ini. Dulu waktu wawancara anak panti, mbak Isi namanya, ngasih pesan untuk kita. Dia berpesan, keluarlah dari zona nyamanmu. Sebelumnya aku juga pernah dengar dari temen, untuk menjadi lebih akrab dalam suatu kelompok cara ang paling ampuh adalah keluar dari zona nyaman. Pertama dengar kata-kata itu, aku masih kopong, nggak dong apa yang dimaksud, tapi setelah aku pahami, aku menyetujui bahkan sangat menyetujui pernyataan itu. Kemarin waktu ngumpul di KR, juga ditekani...