Langsung ke konten utama

Pantai Kuwaru

Menunggu sampai kapan?


Laut yang diam menyimpan beribu rahasia

Wow!

Abrasi sepanjang pantai

Ombak besar yang menerjang pantai

Menikmati pagi dengan memancing ikan

Cemara di sepanjang pantai


Menyusuri pantai selatan memang seperti tak ada habis-habisnya. Ombak yang tak pernah bosan menyeret pasir di pantai. Seakan mengajak bermain bersamnaya. Laut yang diam menyimpan beribu rahasia laut. Mentari pagi hangat menyinari melengkapi keindahan pantai.
                Pagi ini hari Jumat tanggal 3 Juli 2015, aku bersama keluargaku jalan-jalan ke pantai sekedar refreshing sekaligus olahraga. Rumahku dengan pantai memang dekat hanya berjarak sekitar 7 kilometer. Tujuan kami pun hanya ke pantai Kuwaru. Pantai yang terletak di kecamatan Srandakan ini menawarkan pemandangan yang sangat-sangat indah. Untuk hari-hari seperti ini memasuki kawan pantai tidak dipungut biaya atau gratis hanya membayar parkir. Sebelum memasuki pantai kami disuguhkan dengan pohon cemara yang berada di kanan kiri jalan serta warung makan yang berjajar jajar. Namun sayang, setelah sampai di sana, sudah disuguhi pemandangan yang kurang mengenakan. Abarasi yang sudah begitu parahnya hingga merusak jalan utama yang sudah diaspal. Ombak yang bergitu kuat menghantam permukaan pantai sekaligus lapisan aspal sehingga aspal yang dulu menjadi jalan utama hanyut terbawa ombak. Tapi kekurangan itu terbayar lunas dengan luasnya lautan yang tak pernah habis sejauh mata memendang. Pokoknya keren deh. Oiya tadi juga ada bapak-bapak yang membersihkan sampah-sampah di pantai. Dan tadi ada beberapa orang yang baru memancing dipantai. Kalau soal perahu, perahunya masih diam di tempat. Sepertinya belum ada yang melaut.Mungkin karena aku ke sananya kepagian atau karena ombak yang besar  atau faktor lain.
                Penasaran dengan Pantai Kuwaru? Makanya main kesini. Kalau aku saranin sih lewat JLS (Jalur Lintas Selatan-kalau nggak salah), selain jalannya baru, gede, nggak banyak belok, nggak ramai, dan yang jelas pemandangannya nggak kalah sama pantainya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memantaskan

Satu satu sudah Allah kasih kesempatan untuk melangkah lebih jauh, memberi manfaat yang seluas luasnya.  Sarjana sains. Dwri lubuk hati yang terdalam, tidak dapat dipungkiri bahwa ada keirian, tapi itu pasti.  "Kenapa aku belum?"  "Kenapa harus aku?"  "Kenapa Allah belum ngasih kesempatan?"  Banyak pertanyaan yang tak butuh jawaban. Karena dari awal sudah terjawab. Ya karena kamu mampu. Karena Allah melihat usahamu. Mungkin saja usahamu belum maksimal. Atau mungkin kamu lebih mengandalkan usahamu sendiri, melupakan kekuatan Allah. Mencoba bersabar atas waktu pun, rasanya tak mudah. Apalagi muncul pertanyaan dari sekitar, "Kamu kapan?" Rasa rasanya aku ingin hilangkan kata 'kapan' ini dalam kamus KBBI. Banyak orang yang juga tak suka dengan pertanyaan bermula 'kapan'. Dikiranya kita yanh menentukan apa? Padahal kita cuma berusaha, Allah lah penulis skenario terbaik dalam hidup. Kita mah usaha sama tawakal, biar Allah yang menilai k...

Hal baru itu menantang!

Menjadi anak kos selama enam bulan mengajarkan saya banyak pengalaman . Sebagai mantan anak kos, pastinya banyak kenganan-kenangan baik itu meyedihkan, memalukan, mengaharukan apalagi menyebalkan. Banyak peristiwa-peristiwa yang kita lalui bersama keluarga baru kita. Nah kali ini aku mau membahas kos-kosan pinter, nggak dodol lagi. Bakalan kita bahas tips, suka duka anak kos, tatacara menjadi anak kos yang baik dan benar. Sejak SMP aku pengen bisa sekolah di Jogja terus bisa ngekos, memasak, nyuci sendiri, bareng-bareng teman, seru-seruan bareng. Pengen hal baru, dan sepertinya ngekos tu seru soalnya bareng-bareng sama temen. Nggak keganggu sama izin ortu,wkwk. Dari SMP, aku sama temenku udah berniat satu kos-kosan bareng pas SMA. Tapi sayangnya, kita tidak satu sekolah. Sedih banget. Yaaahh. Awal masuk SMA aku sudah ditawarin sama orang tuaku, mau naik motor sendiri atau mau ngekos. Ya jelaslah aku mau ngekos. Sifatku yang menyukai hal-hal baru itu membuat keinginan untuk ngek...