Langsung ke konten utama

Pramuka Muda Masa Kini



Praja Muda Karana atau yang biasa disebut Pramuka adalah perkumpulan gerakan pendidikan kepanduan kebangsaan Indonesia untuk anak-anak dan pemuda warga-negara Republik Indonesia (Keputusan Presiden No. 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka).Pramuka lahir pada tahun 1961, dan biasa diperingati pada tanggal 14 Agustus. Jika kita melihat kebelakang, perjuangan membentuk Pramuka tidak hanya sekadar pembentukan organisasi biasa, yang langsung jadi. Latar belakang pembentukan Pramuka diawali pada tahun 1960 yang pada tahun tersebut banyak perkumpulan kepanduan di Indonesia. Nah setelah itu Presiden pada 9 Maret 1961 mengumpulkan pemimpin gerakan kepanduan Indonesia dan pada hari Kamis malam itulah Presiden mengumumkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepnaduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Pada tanggal 14 Agustus 1961 Presiden Soekarno menyerahkan panji-panji atau pengukuhan Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang pertama. Atas hal tersebut menjadikan Sri Sultan Hamengkebuwono sebagai bapak Pramuka Indonesia. Lalu siapakah bapak Pramuka dunia itu? Sir Robert Stephenson Smyth Baden Powell of Gilwell atau biasa disebut dengan nama Baden Powell adalah bapak Pramuka dunia. Baden Powell lahir di London Inggris.

Gerakan Pramuka lahir sebagai sebuah keputusan politik, hal mana didahului dengan keputusan politik MPRS tahun 1960 yang berupaya membersihkan sisa-sisa paham Baden Powell pada organisasi kepanduan. Penamaan Pramuka pun lebih berbau politis karena pada saat itu di sebagian negara komunis menyelenggarakan pendidikan kepanduan dengan nama pionir, dan Pramuka dipandang sebagai padanan kata dari pioner dibandingkan pandu. Sedangkan pandu sendiri merupakan terjemahan dari scout yang merupakan gagasan dari Baden Powell dan diartikan sebagai orang yang senantiasa memandu atau menolong. Karena keputusan politik itulah maka organisasi ini sekarang lebih dikenal dengan Pramuka daripada pandu.

Kode kehormatan Pramuka terdiri atas Satya Pramuka dan Darma Pramuka. Try satya yang mempunyai kewajiban terhadap Tuhan, Negara Kesatuan, Pabasila, Sesama Hidup, Masyarakat, dan yang terakhir adalah Dasa Dharma. Dasa Dharma yang terdiri dari sepuluh butir perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari merupakan sifat yang harus dimiliki oleh seorang Pramuka yang Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, patriot yang sopan dan kesatria; patuh dan suka bermusyawarah; rela menolong dan tabah; rajin, terampil dan gembira; hemat, cermat, dan bersahaja; disiplin, berani, dan setia; bertanggungjawab dan dapat dipercaya; suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. 

Dalam sejarahnya, Pramuka menjadi salah satu ajang dan kekuatan non-formal yang mampu bertahan dalam segala cuaca politik dan ekonomi sehingga keberadaannya harus diperhitungkan sebagai institusi strategis yang dimiliki bangsa Indonesia. Institusi strategis yang dimaksud adalah sebagai salah satu benteng penting dalam menjaga nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia (Alfitra Salamm, 2011: 1).

Pada perkembangan sekarang ini, Gerakan Pramuka banyak mengalami perkembangan yang baik, namun juga terdapat penurunan dalam pandangan masyarakat, karena hanya dipandang sebagai kegiatan anak-anak sekolah yang merupakan ekstrakurikuler, tidak sebagai ajang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air. Bahkan dianggap kegiatan seperti anak kecil yang hanya tepuk tangan dan bernyanyi, bermain tali maupun tongkat, menggunakan sandi. Pemuda-pemudi sekarang pun kebanyakan juga kurang berminat atau pun tertarik kepada Pramuka. Gerakan Pramuka dianggap kegiatan yang kuno dan tidak mau berkembang.

Pemuda pemudi saat ini lebih memilih pulang ke rumah ketimbang harus mengikuti latihan Pramuka. Atau kalaupun mengikuti, hanya sebatas menggugurkan kewajiban, tidak didasari kesadaran diri. Mereka tidak menikmati kegiatan Pramuka, hanya sebatas mendengarkan, melihat tanpa meresapi. Mereka lebih mementingkan kegiatan yang dapat menunjang prestasi merekadalam akademik. Mirisnya lagi, remaja saat ini menganggap Pramuka hanya main-main belaka, dan tidak ada manfaatnya. Maka semakin lama Pramuka terpuruk dan di sebagian sekolah bahkan sudah mati.
Padahal sudah jelas dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dijelaskan bahwa pembangunan kepribadian ditujukan untuk mengembangkan potensi diri serta memiliki akhlak mulia, pengendalian diri, dan kecakapan hidup bagi setiap warga negara demi tercapainya kesejahteraan masyarakat; bahwa pengembangan potensi diri sebagai hak asasi manusia harus diwujudkan dalam berbagai upaya penyelenggaraan pendidikan, antara lain melalui gerakan pramuka.
 
Untuk menarik perhatian dan keminatan pemuda pemudi Indonesia akan Pramuka, maka sudah saatnya Pramuka memberikan inovasi baru dalam program-progamnya. Upaya pembentukan minat pemuda pemudi terutama siswa, dalam Kurikulum 2013 mewajibkan siswa-siswanya untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuer Pramuka. 

Menurut Bey Machmuddin (2010) terdapat 7 (tujuh) strategi revitalisasi gerakan Pramuka, yaitu (1) memperkuat peran gugus depan dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas pembina/pelatih serta bantuan peralatan di setiap Gugus Depan SD/MI dan SMP/MTs; (2) meningkatkan bentuk, wahana, dan media kegiatan Kepramukaan yang menarik, penyediaan modul-modul kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan minat anak muda masa kini; (3) Rebranding pramuka : Meningkatkan peran komunikasi publik melalui berbagai media; menampilkan wajah yang lebih Muda dan segar; tampilan seragam pramuka yang lebih menarik; (4) Pelibatan orang tua murid, komunitas, masyarakat luas, tokoh-tokoh masyarakat dalam kegiatan pramuka terutama di gugusdepan maupun di setiap jenjang kwartir; (5) Memperkuat organisasi gerakan pramuka mulai dari kwarnas, kwarda, sampai kwaran; (6) Menata dan mengoptimalkan Penggunaan aset, fasilitas, sarana dan prasarana yang dimiliki oleh gerakan pramuka; (7) Meningkatkan koordinasi dan Sinergi, lintas pemangku kepentingan di pusat dan daerah.

Sehingga Gerakan Pramuka dapat menjadi salah satu benteng penting dalam menjaga nilai-nilai kepribadian Indonesia. Seperti yang dikatakan Bung Karno ketika penyerahan Panji Gerakan Pramuka, “Berusahalah sehebat-sebatnya untuk mengembangkan dan meluaskan Gerakan kita, sampai pada suatu ketika, setiap anak dan pemuda serta pemudi kita, baik yang mahasiswa di kota maupun yang penggembala kerbau di desa, dengan rasa bangga dan terhormat dapat menyatakan Aku Pramuka Indonesia”.
 
Sumber : http://rendysatriyo.blogspot.com/2013/05/perkembangan-pendidikan-gerakan-pramuka.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kita Berbeda..

Aku tak tau mengapa semua jadi begini. Semenjak dia datang di kehidupanku, keluarga ini   jadi nggak perhatian lagi sama aku. Semua perhatian orangtuaku direbut dia. Pembawa sial. Kata orang, punya adek itu menyenangkan, tapi nggak bagiku. Hanya akan menjadi masalah aja. Entah kenapa dulu sebelum si pembawa sial itu lagi, Mama sama Papa sangat sayang padaku, tapi sekarang yang dipentingan dia. Kenapa ini terjadi padaku? Hari ini tanggal 18 Februari 2015 dan besok usiaku genap tujuh belas tahun. Sweet seven teen, orang bilang. Tahun terpenting dalam hidup. Pagi ini kuawali dengan bangun pagi-pagi terus mandi lalu ibadah sholat subuh. Nyiapin buat nanti sambil senyum-senyum bayangin hari besok. Pasti Mama Papa udah nyiapin aku surprise yang sampai nggak bisa aku bayangin.   Di rumah sepi, mungkin mereka mau nyiapin pestanya diluar rumah. Aaah, asik banget pesta diluar rumah. Rasanya udah nggak sabar pengen bertemu hari esok. Jam tanganku menunjukkan waktu 06.25. Aku s...

Hal baru itu menantang!

Menjadi anak kos selama enam bulan mengajarkan saya banyak pengalaman . Sebagai mantan anak kos, pastinya banyak kenganan-kenangan baik itu meyedihkan, memalukan, mengaharukan apalagi menyebalkan. Banyak peristiwa-peristiwa yang kita lalui bersama keluarga baru kita. Nah kali ini aku mau membahas kos-kosan pinter, nggak dodol lagi. Bakalan kita bahas tips, suka duka anak kos, tatacara menjadi anak kos yang baik dan benar. Sejak SMP aku pengen bisa sekolah di Jogja terus bisa ngekos, memasak, nyuci sendiri, bareng-bareng teman, seru-seruan bareng. Pengen hal baru, dan sepertinya ngekos tu seru soalnya bareng-bareng sama temen. Nggak keganggu sama izin ortu,wkwk. Dari SMP, aku sama temenku udah berniat satu kos-kosan bareng pas SMA. Tapi sayangnya, kita tidak satu sekolah. Sedih banget. Yaaahh. Awal masuk SMA aku sudah ditawarin sama orang tuaku, mau naik motor sendiri atau mau ngekos. Ya jelaslah aku mau ngekos. Sifatku yang menyukai hal-hal baru itu membuat keinginan untuk ngek...