Minggu, 14 Juni 2015. Tepat hari ke dua puluh satu Pitik
Angrem. Hmm apa sih Pitik Angrem itu?? Ayam betina yang mengerami anaknya kah?
Tepat dua puluh satu hari yang lalu aku diberi beberapa
tugas oleh kakak-kakak Rubrik Kaca Kedualatan Rakyat berupa yang pertama adalah
membuat lima profil orang yang tidak dikenal, profil anak panti, dan Pitik
Angrem. Jadiiii Pitik Angrem itu kita wajib kudu harus setor tulisan satu hari satu
tulisan kalau ga nulis dapet hukuman, yaitu hari berikutnya harus menyetor tiga
tulisan, tulisan hari kemarin, hukuman hari kemarin dan tulisan hari ini.
Banyak banget pelajaran yang bisa aku ambil dari Pitik Angrem
ini.Tanggung jawab akan tugas, deadline, manajemen waktu, menagasah kemampuan
menulis, dan masih banyak lagi. Masih sangat ingat, dua satu hari yang lalu aku
belum mempunyai blog. Aku bingung gimana buatnya. Sampai hari Senin yang
seharusnya aku sudah aktif ngeblog, aku belum punya blog. Baru hari Selasanya
aku mulai buat blog, dan pada hari itu juga postku langsung tiga, tulisan hari
Senin, hukuman hari Senin, dan tulisan hari itu.
Menurutku, hal yang paling susah adalah komitmen. Komitmen untuk
menulis setiap hari dan di post di blog maksimal jam 23.59. itu yang paling
susah. Kalau soal menuis, aku yakin semua orang bisa, semua orang punya cerita
yang bisa diceritakan dengan tulisan kepada orang lain.
Dalam dua satu hari ini banyak dalam hidupku berubah. Mempunyai
teman baru sesama calon Kaca 26. Semakin dekat dengan teman sekelas seperjuangan
(Calon Kaca 26) tempat untuk berkeluh kesah, berbagi ide, atau hanya sekedar
mendengarkan cerita cerita perjuangan mereka.
Aku biasanya mulai ngerjain Pitik Angrem ini kalau sudah
malam, akibatnya kalau aku tidur larut malam, biasa jam 23.30 atau malah lebih.
Tapi walaupun begitu aku bahagia karean aku bia mengumpulkan Pitik Angrem ku
sebelum deadline. Ya memang, perjuangan itu memang berat. Harus berat. Kadang sesuatu
yang enak itu tidak diawali dengan tawa bahagia, tapi dengan perjuangan yang orang
bilang nggetih. Pernah juga ngerjain
diwaktu pagi, tapi malah nggak konsentrasi waktu pelajaran karena aku ngerjainnya
saat pelajaran, hehe.
Pitik Angrem kali ini aku nggak bisa ngerjain dengan
maksimal karena bersamaan sama dua event yang penting yang pertama KAT (Kemah
Akhir Tahun) dan yang satunya UAS (Ulangan Akhir Semester). Hmm kebayang nggak
sih, kemah camping gitu bawaan nya lepi? Ya kurang lebih begitulah yang aku
lakukan, karena sebelumnya aku memang belum nyiapin tuisan buat dipost pas
kemah, ahkirnya aku bawa aja deh lepi nya dan renacan mau dikerjain pas kemah. Rencana
hanyalah rencana. Kemah yang aku kita tu selo dan kegiatan berakhir jam 22.00
(rundown) eh ternyata tidak. Hari pertama itu sampai jam 00.00 hari keduanya
sampai jam 1 lebih. Waww. Pas hari pertama ya mungkin aku masih sempat
nulis-nulis dikit, tap lama kelamaan lepinya tak tinggal tidur sampi pagi,
hehe. Gagal deh ngepost hari pertama. Hari kedua berakhir jam 1 pagian, dan
setelah kegiatan berakhir masih ada acara ditenda yaitu makan plus minum kopi karena
kami sangat lapar, wkwk. Setelah itu, aku mulai buka lepi sekitar jam 1.30,
ngelanjutin tulisan dihari pertama, alhamdulillah selesai, tinggal di post. Tapiii,
yaaah malang sekali nasibku, baterai low! Bukan masalah nggak bawa charger tapi
takut ketahuan kakak kakak panitia kalau belum tidur terus disuruh tidur,
padahal belum ngepost. Aku mulai berpikir, mending aku post sekarang atau kalau
sudah pulang saja. Awalnya rencanaku ngepost kalau sudah pulang saja, lagian
pas itu aku sudah ngantuk, mager plus capek. Tapi setelah berpikir berulang
kali, aku mulai berpikir jernih, buat apa bawa lepi berta- berat tapi kalau
ngepost nya kalau sudah dirumah, sama aja dong. Akhirnya dengan tekat yang
kubulat-bulatkan aku membuka tendaku. Srreeeek. Brrrr, udara dingin segera
menusuk tulang-tulang ku. Melangkah dengan
pasti ke tenda pos, ke tempat panitia. Sebelum sampai di post, di tengah
lapangan ada guru sama kakak kelas tapi aku belum kenal. Aku beranikan diri
bertanya. Alhamdulillah dibolehin. Sampai di pos tenda, aku tak mau
menyia-nyiakan waktu, aku segera kerja. Sinyal yang tidak ada di pegunungan
mungkin menjadi salah satu kendala juga. tapi ahkirnya terkirim juga. Alhamdulillah.
Mungkin ini pengalam Pitik Angrem yang paling mengharukan bagiku.
Komentar
Posting Komentar