Langsung ke konten utama

Dalam Diam (1)



“Mau sih mau.”
“Apa tapinya?”
“Tau aja kalau ada tapinya."
Hening. Hanya suara jarum jam yang bergerak melakukan rutinitasnya.
"Tapinyaaa.. kamu juga harus mau jadi kakakku.”
***
Siang menjelang sore. Sehabis pulang sekolah, menuju perpustakaan sekolah untuk sekedar refreshing sekaligus belajar buat besok. Setelah menitipkan tas di penitipan tas, seperti biasa aku memilih tempat duduk pojok yang sepi dari pengunjung. Uhh, ternyata sudah ada penghuninya. Kakak kelas yang selama setahun terakhir ini aku suka sudah dengan enjoynya duduk di kursi kesayanganku bersama buku yang dia pegang sambil terantuk-antuk. Manis, putih keren walaupun banyak yang bilang pendek. Selama setahun ini juga aku belum tahu namanya, maklum karena kita tidak seangkatan dan menurutku nama itu tidaklah penting. Karena mencintai dalam diam akan lebih indah daripada cinta yang terpublikasi.
Akhirnya aku pun duduk di seberang kursi kesayanganku. Aku dengan kakak kelas cowok itu terpisah pojok dengan pojok. Sesekali aku mengamatinya membolak balikan kertas yang ada di pegangannya. Penasaran dengan apa yang biasa cowok seperti dia baca. Bersampul putih agak kekuning-kuningan dengan tulisan hitam yang sudah berubah menjadi hitam kecoklatan serta kertas yang sudah menjadi coklat karena termakan usia. Pelan tapi pasti aku mulai mencoba merangkai judul buku yang dipegangnya sedari dulu. ‘Ibadah di Bulan Ramadhan’. Oh ternyata buku itu. Ternyata dia itu alim. Setahuku kakak kelas cowok itu sering bolos ke kantin, sering saat aku hendak ke kamar mandi aku melihatnya bersama teman-temannya sedang bolos dan duduk-duduk bercanda gurau. Tak kusangka sekarang berada di perpustakaan ini dan membaca buku keagamaan seperti itu. Aku tak berkonsentrasi dengan buku yang tadi aku ambil dari rak buku. Sedari tadi hanya aku bolak-balikan tampa memahami isinya.
“Maaf ya Rel, aku datengnya terlambat.” Terdengar suara dari arah cowok itu.
Aku mendongakan kepala melihat ke arahnya tentu dengan diam-diam. Mbak Nabila. Kulihat Mbak Nabila duduk di depan nya cowok itu. Loh kenapa Mbak Nabila di sini juga? Apa hubungan mereka berdua? Apakah mereka pacaran?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memantaskan

Satu satu sudah Allah kasih kesempatan untuk melangkah lebih jauh, memberi manfaat yang seluas luasnya.  Sarjana sains. Dwri lubuk hati yang terdalam, tidak dapat dipungkiri bahwa ada keirian, tapi itu pasti.  "Kenapa aku belum?"  "Kenapa harus aku?"  "Kenapa Allah belum ngasih kesempatan?"  Banyak pertanyaan yang tak butuh jawaban. Karena dari awal sudah terjawab. Ya karena kamu mampu. Karena Allah melihat usahamu. Mungkin saja usahamu belum maksimal. Atau mungkin kamu lebih mengandalkan usahamu sendiri, melupakan kekuatan Allah. Mencoba bersabar atas waktu pun, rasanya tak mudah. Apalagi muncul pertanyaan dari sekitar, "Kamu kapan?" Rasa rasanya aku ingin hilangkan kata 'kapan' ini dalam kamus KBBI. Banyak orang yang juga tak suka dengan pertanyaan bermula 'kapan'. Dikiranya kita yanh menentukan apa? Padahal kita cuma berusaha, Allah lah penulis skenario terbaik dalam hidup. Kita mah usaha sama tawakal, biar Allah yang menilai k...

Hal baru itu menantang!

Menjadi anak kos selama enam bulan mengajarkan saya banyak pengalaman . Sebagai mantan anak kos, pastinya banyak kenganan-kenangan baik itu meyedihkan, memalukan, mengaharukan apalagi menyebalkan. Banyak peristiwa-peristiwa yang kita lalui bersama keluarga baru kita. Nah kali ini aku mau membahas kos-kosan pinter, nggak dodol lagi. Bakalan kita bahas tips, suka duka anak kos, tatacara menjadi anak kos yang baik dan benar. Sejak SMP aku pengen bisa sekolah di Jogja terus bisa ngekos, memasak, nyuci sendiri, bareng-bareng teman, seru-seruan bareng. Pengen hal baru, dan sepertinya ngekos tu seru soalnya bareng-bareng sama temen. Nggak keganggu sama izin ortu,wkwk. Dari SMP, aku sama temenku udah berniat satu kos-kosan bareng pas SMA. Tapi sayangnya, kita tidak satu sekolah. Sedih banget. Yaaahh. Awal masuk SMA aku sudah ditawarin sama orang tuaku, mau naik motor sendiri atau mau ngekos. Ya jelaslah aku mau ngekos. Sifatku yang menyukai hal-hal baru itu membuat keinginan untuk ngek...