Pagi ini kuawali pagi dengan
bangun pagi-pagi tak seperti biasanya. Pukul 04.00 tepat handphoneku menyalak,
membunyikan alarm yang sudah sejak tadi malam aku setel. Kuambil air wudhu di
kamar mandi. Air wudhu yang dingin seperti air es membasuh wajahku,
membangunkanku yang masih setengah sadar. Setelah wudhu, aku segera menuju
mushola. Ku gelar sajadah warna ungu kesukaanku. Kudirikan sholat dua rakaat. Bersujud
kepada Yang Maha Kuasa. Bercerita tentang cita-cita keinginan, menangis di atas
sajadah.
Setelah sholat Tahajud dan melanjutkan
shoat subuh, aku beranjak menuju kamar. Belajar materi untuk nanti dan
mengulangi materi kemarin. Uhh, teringat kembali sepasang bola mata yang
bertemu dengan sepasang bola mata. Mata yang teduh kemarin belum bisa hilang
dari ingatanku. Menyejukkan. Mengingatnya, membuatku tak fokus pada materi yang
aku baca. Semakin ingin menghilangkan bayangannya dari pikiranku, semakin
ingatan itu kuat.
Akhirnya pagi ini tidak konsen
belajar materi buat nanti. Waktu mengharuskanku untuk segera meninggalkan meja
belajar. Aku menutup buku yang sedari tadi aku buka namun aku tak paham isinya
beranjak menuju kamar mandi yang sudah menungguku sejak tadi.
***
Jam menunjukkan pukul 07.05. Yes,
masih ada waktu lima menit sebelum bel tanda masuk berbunyi. Aku mengajak Nana,
sahabatku untuk mengantarkan aku ke kantin membeli air mineral gelasan karena
aku lupa membawa minum. Kami menuju kantin dnegan buru-buru, takut bel berbunyi
mendahului kami masuk kelas. Kantin di sekolahku memang dekat dengan parkiran
sekolah, jarak yang kami tempuh untuk bisa ke kantin lumayan jauh karena kelas
kami berada di ujung selatan sedangkan kantin berada di ujung utara.
Saat menuju kantin, tak sengaja
aku melihat gerbang yang hampir ditutup oleh Pak satpam, namun terhenti gegara
seseorang memintanya membuka gerbang itu. Lantas Pak satpam pun membukanya
dengan marah-marah dan memperingtkan agar esok tak lagi diulangi. Motor bebek
yang pemiliknya tadi memintak Pak satpam untuk membukakan gerbang melaju dengan
kecepatan tinggi. Bentaarr. Sepertinya aku mengenali wajah dibalik kaca helm
itu. Tapi siapa? Aku mulai berpikir. Karel! Ya, itu Karel. Senangnya bisa
melihat Karel pagi ini. Tanpa aku sadari ternyata sejak tadi aku senyam senyum sendiri
seperti dunia ini milik sendiri.
“Kamu kenapa e Far. Dari tadi
senyam senyum. Hayoo mikirin siapa?” Nana yang sedari tadi memerhatikanku
senyam senyum sendiri akhirnya buka suara dengan nada menggoda.
“Eheh enggak kok. Aku nggak
mikirin siapa-siapa. Mikirin kamu kali, kamu cantik.” jawabku sekenanya.
“Emang. Aku cantik dari lahir,
baru tau. Week.”
Sampai di kantin aku segera
mencomot air mineral yang sudah disusun oleh ibu kantin dimeja. Segera aku
membayar dengan mata uang koin bergambar garuda bertuliskan 500 rupiah ini. Buru-buru
aku kembali ke kelas karena bel sudah berbunyi saat aku membayar air mineral
tadi. Keluar dari kantin dari arah barat ke arah timur. Dan disaat bersamaan,
cowok yang membawa motor bebek yang sempat menjadi perhatianku pagi ini,
berjalan dari parkiran yang arahnya utara menuju kelasnya yang arahnya selatan.
Sontak aku kaget.
Komentar
Posting Komentar