Langsung ke konten utama

Rasa yang Kembali Hadir



Rasa itu kembali ada. Setelah bertahun tahun aku menutup rasa itu. Bertahun tahun aku menutup harapan. Bertahun tahun juga aku memendam rasa itu. Aku memaksa mengubur rasa itu. Namun sekarang rasa itu tumbuh kembali dengan subur dihatiku. Oh cinta. Begini lah rasanya. Tak diundang namun datang tanpa permisi. Seperti inikah cinta.

Awalnya kita bertemu setelah setahun berpisah karena kita beda sekolah. Yah, walaupun hanya lewat sosial media. Dan aku hanya iseng waktu itu, sengaja aku komen di sebuah fotonya. Ternyata hobi kita sama! Dari situ kita mulai bertukar cerita. Dia yang menceritakan pengalamannya naik gunung, beach camp, pencinta alamnya, keindahan alam yang pernah dia kunjungi. Dan aku pun menceritakan keinginanku untuk naik gunung, hunting foto. Dan yang mungkin bagiku paling berkesan dia manggil aku dengan panggilan ‘dek’. Awalnya aku hanya mengira itu typo. Namun ternyata memang buat panggilan. Oh so sweeeet. Ga bayangin bisa sedeket ini. Ga terbayang yang dulunya sms pun ga pernah. Ngobrol jarang. Apalagi ngechat lewat sosmed. Jaman SMP dulu belum seperti sekarang. 

Akankah kita selamanya bisa seperti ini? Bercanda, bertukar cerita diantara kesibukanmu? Entah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Masih) Hari Pertama

Hari pertama Perpram (Perkemahan Pramuka) sangat memberikan arti tersendiri bagiku. Aku mau bagi cerita nih tentang hari pertama Perpram. Berangkat dari sekolah sekitar pukul 13.30 dengan upacara pelepasan di Lapanagn Basket. Kami berangkat dengan menggunakan bus angkutan umum. Barang bawaan pribadi maupun kelompok, kita titipkan di pick up salah satu teman kami. Sepanjang perjalanan kami lalui dengan bersuka cita.  Sampai di bumi perkemahan Sinolewah kira-kira jam sudah menunjukkan pukul 15.30. Kami disuruh segera mendirikan tenda dan bagi yang muslim untuk sholat ashar terlebih dahulu. Kami di suruh untuk saling membantu antar sangga dalam mendirikan tenda ini. Setelah tenda berdiri tegak, kami melaksanakan apel sebagai upacara pembukaan Perpram ini. Kami diberi waktu untuk ISHOMA sampai jam 19.30. Jelajah malam kami lakukan setelah ISHOMA. Nah, dalam jelajah inilah yang menurutku bagian paling seru. Jelajah malam dilakukan bersama sangga kita. Sebelumnya kita perkenalan ...

Ini Ceritaku, Mana Ceritamu?

Keluar dari zona nyaman. Memang sangat mudah untuk diucapkan, namun sangat-sangat sulit untuk dilakukan. Misalnya, jika kamu udah terbiasa di dalam lingkaran itu, padahal di luar banyak banget lingkaran –lingkaran di luar lingkaranmu itu. Tapi di lingkaran yang kamu diami itu kamu nggak bisa berkembang. Kamu ya kamu, nggak bisa melihat dunia luar. Diam di tempat. Nah biar kamu bisa berkembang kamu harus keluar dari lingkaran itu. Dengan kata lain keluarlah dari zona nyamanmu! Pengen berbagi cerita aja di postingan ini. Dulu waktu wawancara anak panti, mbak Isi namanya, ngasih pesan untuk kita. Dia berpesan, keluarlah dari zona nyamanmu. Sebelumnya aku juga pernah dengar dari temen, untuk menjadi lebih akrab dalam suatu kelompok cara ang paling ampuh adalah keluar dari zona nyaman. Pertama dengar kata-kata itu, aku masih kopong, nggak dong apa yang dimaksud, tapi setelah aku pahami, aku menyetujui bahkan sangat menyetujui pernyataan itu. Kemarin waktu ngumpul di KR, juga ditekani...